Translate

Rabu, 14 Januari 2015

Client/Server Software Engineering

Arsitektur Client Server mendominasi sistem komputer kebanyakan dari ATM sampai internet ada karena software yang berada di satu komputer – client , meminta servis atau data dari komputer lainnya – server . Arsitektur Client/Server , menggabungkan prinsip konvensional , konsep dan metode dari Object-Oriented dan Component based Software engineering .

Struktur dari Sistem Client/Server

Arsitektur Client/Server tidak mengimplementasikan suatu software sebagai suatu aplikasi monolitik yang hanya diterapkan pada satu mesin , sehingga arsitektur c/s membutuhkan lebih dari satu mesin untuk diterapkan . Arsitektur c/s juga memiliki beberapa subsistem yang berbeda yang dapat dialokasikan ke client , ke server ataupun ke kedua mesin :

User Interaction / Presentation Subsistem .Subsistem ini mengimplemetasikan semua fungsi yang tergabung dalam Graphical User Interface , Gunanya untuk berinteraksi dengan user dan terletak di client .

Application subsystem
Subsistem ini mengimplementasikan requirement yang didefiniskan aplikasi dengan konteks dari domain dimana aplikasi tersebut beroperasi . Contohnya , aplikasi bisnis bisnis memproduksi berbagai macam laporan cetak yang berdasarkan input numeric , kalkulasi , informsai database dan sumber – sumber yang lainnya .

Database Management Subsistem
Subsistem ini melakukan pemanipulasian data dan manajemen yang harus di lakukan oleh sebuah aplikasi .


Distribusi dari Komponen Software
Setelah requirement dari aplikasi c/s ditentukan , maka Perancang Software harus menentukan bagaimana pendistribusian komponen software yang dibutuhkan oleh client dan server secara tepat 

Desain Database
Sebuah RDBMS dapat dijadikan sebagai solusi untuk desain database . RDBMS dapat mendistribusikan data dengan mudah lewat SQL.  

distribusi data dan teknik memanaje tersedia untuk desainer , antara lain :

· Manual extract : User diperbolehkan untuk mengcopy secara manual data yang diinginkan dari server ke client . Pendekatan ini sangat berguna apabila data statis diperlukan dan kontrol dari pengekstrakan dapat dihandle oleh user .

· Snapshot : teknik ini mengotomatisasi manual extract dengan menentukan sebuah “snapshot” dari data yang harus di transfer dari server ke client pada interval yang telah ditentukan . Pendekatan ini sangat berguna untuk mendistribusikan data statis yang jarang diupdate .

· Replication : teknik ini dapat digunakan apabila banyak kopi dari data harus dijaga pada situs yang berbeda (contoh : antara server yang berbeda atau antara client dan server) , disini level kompleksitas meningkat karena konsistensi data , update , keamanan , dan pemrosean harus di koordinasi pada banyak situs .


· Fragmentation : Pada pendekatan ini , sistem database di fragmentasi lewat beberapa mesin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar